Rabu, 11 Agustus 2010

Kebiasaan Anak Muda diBulan Ramadhan

Akhirnya bulan Ramadan datang kembali. Wah.., serunya pasti sudah kebayang. Sahur kembali, puasa kembali, tadarusan kembali dan semua yang bernilai ibadah datang kembali.

Tidak dapat dipungkiri, semua orang pasti akan senang menyambut kedatangan bulan Ramadan. Anak-anak juga pasti pada senang datangnya Ramadan. Bayangkan saja, suasana bermain dengan kembang api dan mercon sering menjadi penghias menyambut Ramadan. Meski sesekali dimarahi, tapi itu jadi bagian yang mengasyikkan lho..

Tak jarang, bagi para ABG, bulan Ramadan juga jadi ajang pembuktian bahwa dia juga aktif lho beribadah, biar pacarnya tambah sayang.., tapi tak jarang juga, kesempatan itu, di salahgunakan dengan mengatasnamakan sholat tarawihan bareng, ngabuburit bareng.., eh.., gak taunya kelayapan entah kemana. Tapi sering terlewati oleh kita semua, bahwa Ramadan itu adalah satu dari banyak kesempatan waktu yang diberikan Allah buat kita untuk menunjukkan kehadapan Allah, bahwa kita ini juga hamba yang baik dan beriman dihadapan Allah.

Nah, kali ini… Ramadan ada satu hal yang perlu kita telusuri lebih jauh, apasih makna yang paling dalam dari bulan Ramadan itu. Kenapa kita sering merasa kalau dari tahun ke tahun kita berada di bulan Ramadan, tapi selalu aja ada yang tidak maksimal dari ibadah, perbuatan dan tingkah laku kita. Bahkan setelah bulan Ramadan berakhir, maka berakhir pula ibadahnya, keasyikannya untuk bisa lebih dekat dengan Allah.

Mari kita lihat sejenak pesan Allah dalam Alquran yang selalu menjadi pengantar di setiap ceramah para Ustadz di Masjid ketika bulan Ramadan. Ayat yang ada pada Surah Albaqarah ayat 183 menegaskan :

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,"

Ayat ini menegaskan empat hal besar. Dan keempat hal itulah yang nantinya bisa menjadi titik berangkat kita untuk berpuasa di bulan Ramadan kali ini.

Pertama, Allah menyebut orang-orang yang berpuasa itu dengan sebutan " beriman". Sebutan ini sesungguhnya sebutan yang paling tinggi pada tingkatan umat Islam. Sebutan "orang-orang beriman " itulah yang menjadi ukuran bagi siapa saja yang ikut serta melaksanakan puasa.

Ada perbedaan yang mendasar dari kedua istilah tersebut. Pertama, sebutan muslim. Seorang muslim adalah orang yang menganut agama Islam, yang mengakui ajaran Islam dan menjadi bagian dari komunitas orang-orang Islam. Seorang muslim adalah orang yang berusaha mengerjakan segala perintah Allah, baik dalam bentuk yang diwajibkan, dianjurkan maupun yang disunatkan. Dan orang-orang yang berusaha meninggalkan segala larangan Allah.

Kedua, sebutan mukmin. Seorang mukmin adalah seorang muslim yang sudah dihadiahi Allah dalam hatinya sebuah kenikmatan dan kedamaian dalam melaksanakan semua perintah Allah. Orang-orang yang menikmati ibadahnya, menikmati kedekatannya dengan Allah. Orang yang rindu dekat dengan Allah. Semua kewajiban yang diberikan Allah, bukan lagi menjadi beban, tapi semua kewajiban sudah menjadi sebuah kenikmatan. Perbedaan antara keduanya terletak pada kenikmatan mengerjakan perintah Allah tersebut.

Oleh karenanya, pesan yang paling awal dari kewajiban berpuasa bagi kita adalah penegasan Allah kepada kita bahwa kita adalah orang beriman. Maka tersenyumlah karena kita sudah diakui Allah sebagai orang beriman. Atau, Allah sedang menantang kita, apakah kita benar-benar mampu menjadi orang yang beriman disisi-Nya. Caranya dengan menikmati berpuasa sebagai sarana untuk bisa lebih dekat dengan Allah. Meyakini, bahwa berpuasanya kita adalah cara kita untuk menyadari bahwa makan, minum dan memenuhi semua hasrat selera kita adalah nikmat yang sangat besar dari Allah. Maka kita pasti akan senantiasa bersyukur atas semua nikmat yang kita dapatkan.

Beriman itu juga bisa dimaknai dengan menjadikan waktu selama 30 hari berada di Bulan Ramadan sebagai bonus waktu yang diberikan Allah kepada kita untuk mengerjakan banyak hal yang semuanya bisa bernilai ibadah di hadapan Allah. Mengaji, sholat, membantu orang tua, membantu orang lain, membaca buku, bersilaturrahmi, bersedekah dan semua kegiatan apapun yang disertai dengan niatan dan perbuatan yang baik.

Jangan Lupa komentarnya 😉






0 comments:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar anda disini